Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya otomatisasi hampir di semua bidang. Teknologi dan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologi secara fundamental akan mengubah pola hidup dan interaksi manusia (Tjandrawinata, 2016). Industri 4.0 sebagai fase revolusi teknologi mengubah cara beraktifitas manusia dalam skala, ruang lingkup, kompleksitas, dan transformasi dari pengalaman hidup sebelumnya. Manusia bahkan akan hidup dalam ketidakpastian (uncertainty) global, oleh karena itu manusia harus memiliki kemampuan untuk memprediksi masa depan yang berubah sangat cepat. Tiap negara harus merespon perubahan tersebut secara terintegrasi dan komprehensif. Respon tersebut dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan politik global, mulai dari sektor publik, swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil sehingga tantangan industri 4.0 dapat dikelola menjadi peluang.

Industri 4.0 banyak membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Industri 4.0 secara fundamental telah mengubah cara beraktivitas manusia dan memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia kerja. Pengaruh positif industri 4.0 berupa efektifitas dan efisiensi sumber daya dan biaya produksi meskipun berdampak pada pengurangan lapangan pekerjaan. Industri 4.0 membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Berdasarkan asumsi-asumsi yang ada, pendidikan kejuruan merupakan jenis pendidikan yang unik karena bertujuan untuk mengembangkan pemahaman, sikap dan kebiasaan kerja yang berguna bagi individu sehingga dapat memenuhi kebutuhan sosial, politik, dan ekonomi sesuai dengan ciri yang dimiliki. Pendidikan dan pelatihan kejuruan merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pada kebutuhan industri sehingga peningkatan dan pengembangan individu dapat dilakukan di industri (Zaib & Harun, 2014). Berdasar teori yang ada, pendidikan vokasi berpeluang untuk menjawab tantangan industri 4.0. Pendidikan Politeknik harus mampu membekali lulusan dengan ketiga literasi tersebut melalui revitalisasi chronosystem yang meliputi sistem pembelajaran, satuan pendidikan, peserta didik, dan pendidik dan tenaga kependidikan.

Tujuan revitalisasi Politeknik, (1) mengkatkan relevansi pendidikan Politeknik dengan kebutuhan industry pengguna lulusannya, (2) mendorong keunggulan spesifik di masing-masing Politeknik sesuai potensi daerahnya, (3) mengkinikan metode pembelajaran, keperluan pembelajaran, dan pemberian sertifikat kebiasaan/ kompetensi disampaing pemberian ijazah/diploma, (4) meningkatkan nilai tawar untuk bekerjsama dengan industri dan dengan institusi sejenis dari negara maju, (5) meningkatkan efisiensi system pembelajaran dengan memanfaatkan materi latihan menjadi produk bernilai ekonomis (teaching industry). 

Politeknik Negeri Manado merupakan institusi pendidikan tinggi vokasi milik pemerintah yang pertama di Propinsi Sulawesi Utara. Saat ini Politeknik Negeri Manado telah mampu memposisikan diri sebagai institusi pendidikan tinggi yang cukup diminati oleh masyarakat untuk menimbah ilmu dan ketrampilan dalam merintis masa depan yang lebih baik. Sejak berdirinya, Politeknik Negeri Manado telah menjadi salah satu perguruan tinggi negeri vokasi terkemuka di Indonesia.  Dalam perjalanannya selama 30 tahun, institusi ini telah banyak memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara berupa lulusan-lulusan yang telah bekerja diberbagai sektor usaha, industri dan instansi pemerintah.  Sejalan dengan tuntutan pengguna lulusan akan mutu lulusan yang semakin tinggi,  maka Politeknik Negeri Manado berusaha untuk tetap menjaga kualitas proses penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai tugas utamanya melalui pengelolaan lembaga pendidikan tinggi yang efektif dan efisien.

Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mendorong Politeknik Negeri Manado untuk melakukan reorientasi dan reposisi arah pengembangan institusi menuju institusi vokasional yang unggul dan setara dengan institusi pendidikan tinggi lainnya. Untuk memenuhi harapan tersebut Politkenik Negeri Manado perlu untuk mengembangkan institusi yang terencana dengan baik dan dirumuskan dalam perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah, dan perencanaan jangka pendek.

Agung Stefanus Kembau, MBA
Dosen Manajemen & Bisnis
POLITEKNIK NEGERI MANADO
agungkembau@gmail.com